
Love and Grace are One
Penulis: [G !]
Love and Grace are One. Guys! Sebelum lanjut baca, penting untuk diingat, bahwa artikel kali ini bukan bertujuan buat ceramah agama, tapi lebih ke pembahasan ringan tentang nilai-nilai yang bisa di bawa dalam hidup sehari-hari, dan bagaimana hal-hal sederhana seperti Love and Grace bisa memberikan pengaruh kepada cara kita bersikap.
Penting juga untuk diingat, seluruh artikel yang pernah ditayangkan di Komunitas Sambal ini, nggak hanya untuk teman-teman yang mayoritas, lho. Komunitas Sambal terbuka buat semua yang ingin berbagi pandangan, apa pun latar belakang dan keyakinannya, selama hal itu bisa jadi manfaat yang baik untuk masyarakat, sesuai keyakinannya masing-masing.
So guys, jangan khawatir, artikel Komunitas Sambal adalah ruang diskusi tentang nilai-nilai yang bisa kita ambil buat kehidupan kita, tanpa mengesampingkan perbedaan. Ok, guys, siap lanjut baca? Yuk, kita simak lebih lanjut, apa saja yang disampaikan oleh penulis.

Anugerah dan Kasih: Dua Hal yang Tak Terpisahkan
Kasih dan Anugerah adalah sebuah KESATUAN yang tidak terpisahkan.
Anugerah adalah manifestasi dari Kasih, dan Kasih adalah alasan adanya Anugerah.
Kita tidak bisa berbicara tentang Anugerah tanpa Kasih, begitu juga sebaliknya. Jika ada Kasih, akan ada Anugerah yang termanifestasi.
Jika ada Anugerah, pastilah alasannya karena Kasih.

Anugerah bukanlah Anugerah tanpa Kasih
Maka, berbicara tentang Anugerah tanpa Kasih adalah hal yang mustahil.
Karena Anugerah-NYA yang sempurna dan terbesar, yaitu KRISTUS, adalah bukti nyata dari Kasih-NYA — lahir dari Kasih-NYA yang tak terhingga kepada kita.
Seperti tertulis dalam Yohanes 3:16
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
(Yohanes 3:16, TB)
Ayat ini berbicara tentang ‘Sang Anugerah’ itu sendiri, yang diberikan-NYA karena Kasih-NYA yang begitu besar.
Anugerah itu adalah “sebongkah” Kasih yang menjadi nyata.
Nah, jika kita mengaku telah menerima dan memiliki Anugerah-NYA dalam hidup kita, tetapi tidak memiliki dan memanifestasikan Kasih, mungkin kita belum benar-benar menyadari bahwa Anugerah yang kita terima adalah wujud dari Kasih-NYA.
Semakin kita dipenuhi oleh Anugerah-NYA, semakin limpah pula Kasih-NYA memenuhi hidup kita, dan memancar nyata melalui setiap sikap dan tindakan kita kepada sesama.
Ada tertulis:
“Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Matius 7:16a, TB)
(Bukan hanya dari apa yang kita katakan, tetapi dari apa yang kita lakukanlah yang menunjukkan seberapa besar kita mengerti tentang Anugerah-NYA dan Kasih-NYA)

Love: Kasih sebagai Manifestasi Anugerah
Akhirnya, mengapa dalam ayat itu disebutkan: “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu IMAN, PENGHARAPAN dan KASIH, dan yang paling besar di antaranya ialah KASIH.” (1 Korintus 13:13, TB).
Mengapa tidak lagi disebutkan tentang Anugerah?
Karena:
Tidak ada Anugerah tanpa Kasih, dan di mana ada Kasih, di situ Anugerah akan termanifestasi. (There is no Grace without Love, and where there is Love, the Grace will be manifested.)
Amen.
Salatiga, 26 April 2025
[G !]




