RE-EARTH GENERATION

KOMUNITAS SAMBAL - Solidaritas Anak Muda Berbasis Ahlak dan Loyalitas
DISBUD DKI on INSTAGRAM

RE-EARTH GENERATION: Ketika Seni Bersuara untuk Bumi

Jakarta, 15–24 Juni 2025 — 75 Gallery

Walaupun acaranya udah selesai, RE-EARTH GENERATION masih hits banget di ingatan. Pameran ini bukan sekadar ajang pajang karya, tapi jadi ruang di mana seni dan isu lingkungan ketemu, ngobrol, dan saling menguatkan.

Digagas oleh Komunitas SAMBAL bareng 75 Gallery dan dukungan dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, pameran ini bener-bener jadi pengingat kalau bumi tuh butuh lebih dari sekadar “likes” — tapi aksi nyata. Dan seni bisa banget jadi pemicunya.

RE-EARTH GENERATION

Opening Day Re-Earth Generation: Dukungan Nyata, Pesan yang Menguatkan pada Tanggal 15 Juni 2025

Acara pembukaan pada 15 Juni 2025 jadi momen yang spesial. Selain pemutaran video ucapan selamat dari Komjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si., hadir pula dua tokoh penting yang memperkuat makna acara ini:

  • Bapak Rusmantoro, Kepala Suku Dinas Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Selatan, hadir langsung sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan seni yang berpihak pada lingkungan dan generasi muda.
  • Bapak Darwis Triadi, maestro fotografi Indonesia dengan rekam jejak internasional dalam dunia fashion, portraiture, dan edukasi visual, ikut menyemarakkan acara sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda yang terus berkarya secara sadar dan berwawasan.
  • Ibu Yuri Marina, penggiat seni budaya yang aktif mendorong ruang inklusif bagi perempuan dan generasi muda di ranah visual art.

Selain itu, beberapa nama lain yang tak kalah penting juga turut hadir dalam pembukaan ini, di antaranya:

  • Ibu Mutia Yusuf Hasyim, tokoh perempuan yang dikenal sebagai bagian dari keluarga besar Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kehadiran beliau menandai simpul kuat antara seni, humanisme, dan nilai-nilai pluralisme.
  • Ibu Kusparhadiani, S.Psi, seorang pemerhati psikologi budaya yang berasal dari keluarga Pakubuwono, dinasti Kasunanan Surakarta. Beliau dikenal aktif dalam kegiatan budaya dan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.
  • Ibu Chitra Nartomo, mantan peragawati era 70–80an yang sangat dihormati di dunia mode Indonesia, sekaligus ibu kandung dari seniman muda Ambar Triadi. Beliau menjadi representasi jembatan antar-generasi dalam ranah seni dan gaya hidup.
  • Ibu Syarah H Andriani, sosok yang selama ini konsisten mendorong kolaborasi kreatif lintas budaya dan generasi melalui seni.
  • Hendrajit, seorang pengamat geopolitik yang dikenal dalam diskursus kebudayaan, nasionalisme, dan peradaban.
  • Triyudha Ratulangi Ichwan, yang akrab di sapa Tuta, cucu dari pahlawan nasional Dr. Sam Ratulangi, yang dikenal sebagai tokoh pendidikan dan pejuang kemanusiaan. Kehadiran Tuta membawa napas historis dan nilai perjuangan ke tengah ruang seni kontemporer ini.

Dan tentu saja, masih banyak lagi tokoh, sahabat seni, serta para pendukung budaya yang tak bisa disebutkan satu per satu, namun kehadiran dan kontribusinya sangat berarti dalam menyukseskan pembukaan RE-EARTH GENERATION.

Re-Earth Generation

Ada yang TERKEJOED!

Dan yang bikin momen pembukaan acara Re-Earth Generation ini makin spesial: 15 Juni juga bertepatan dengan hari lahirnya Rr. Kori Soenarko (Oie), sang founder Komunitas SAMBAL. Ulang tahunnya dirayakan sederhana oleh keluarga, suami dan anak-anaknya, tapi hangat di tengah suasana pembukaan, dikelilingi karya seni, sahabat komunitas, dan dukungan banyak pihak. It’s like the universe said: this is your day.

Silat Bocil, Semangat Tradisi: Persembahan Spesial dari Ardanu

Salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam pembukaan adalah persembahan pencak silat dari Ardanu, bocil berbakat dari generasi Alpha. Di usianya yang masih sangat muda, Ardanu tampil penuh semangat dengan gerakan silat yang kuat, luwes, dan menggetarkan ruangan.

KOMUNITAS SAMBAL - Solidaritas Anak Muda Berbasis Ahlak dan Loyalitas

Penampilannya bukan sekadar hiburan pembuka, tapi juga pengingat bahwa keberlanjutan bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal tradisi. Seni bela diri yang ditampilkan Ardanu jadi simbol bahwa nilai-nilai budaya tak lekang oleh zaman — dan generasi paling muda pun bisa jadi penjaganya.

Dari Bocil ke Senior: All Voices Matter

Pameran ini jadi panggung inklusif buat seniman dari berbagai generasi—dari si bocil yang baru bisa pegang kuas, sampai yang udah puluhan tahun berkarya. Semua dikasih ruang, semua didengar. Karena peduli lingkungan itu gak kenal umur.

Generasi Alpha (Yes, the lil’ artists!):
Embun dan Suri – duo kembar usia 3 tahun yang sukses bikin kita melting dengan karya jujur dan penuh warna.
Roxanne, Timothy, Melodi, dan Winda Turnip juga tampil gemilang dengan perspektif segar mereka tentang bumi.

Generasi Milenial & Gen Z:
Ambar Triadi, Silva, Michelle Rezky, Neisya, Dave Latumahina, Eka Harya, Donny, dan Rifai — bawa gaya visual yang edgy, puitis, kadang filosofis, dan tetap relatable.

Generasi Senior (yang vibes-nya gak kalah fresh):
Bapak Bambang Sudyanto (yes, generasi baby boomer yang still got it),
Bapak Sardi, YH Suseno, Agung Marsudi, Yasmin Kania Dewi, Nia Salina, dan tentu saja Kori Soenarko (Oie) — sosok di balik Komunitas SAMBAL yang terus konsisten mendorong seni jadi bagian dari percakapan sosial.

Re-Earth Generation: Gak Cuma Estetik, Tapi Punya Pesan

Mulai dari lukisan penuh warna, fotografi hitam-putih yang ngena di hati, sampai karya anak-anak yang raw dan jujur — semuanya satu suara: SAVE OUR EARTH. Tiap karya kayak ngajak ngobrol, bukan buat diceramahin, tapi buat sama-sama mikir, “What can we actually do for our planet?”

Dan ya, bukan cuma para senimannya yang keren-keren, tapi juga suasana gallery-nya yang hangat dan welcoming. Anak-anak muda, keluarga, pegiat seni, bahkan yang cuma “numpang lihat” pun bisa ngerasain energinya.

Re-Earth Generation

Rangkaian Workshop & Aktivitas Tambahan: Kreatif, Holistik, dan Penuh Energi

Selain menikmati karya, pengunjung juga bisa join workshop dan acara interaktif yang berlangsung selama pameran:

  • 20 Juni – Ngumpul Asik X.Y.Z: Dari Self-Love ke Earth-Love
    SIMAK Health Talk bareng Ayu Hesty Wulandary, S.Si.

Live Show Shodō Jepang oleh Keigo Kashiwabara
Di dukung oleh: Nutrimax Indonesia.

  • 21 Juni – Redefining Beauty in a Sustainable World
    Gathering bertema Naturally You, Naturally Beautiful yang menyatukan seni, kecantikan, dan self-care.

Di dukung oleh JUARA Beauty Workshop, Canapé dari Table Top Catering
dan diramaikan oleh: Squeeze dan What’s On Jakarta.

  • 22 Juni – Acrylic Painting Workshop by Orenji House
    Workshop lukis untuk segala usia, tema dreamscape yang fun dan intuitif.
    Lokasi: 75 Gallery | 13.00–16.00 WIB

Shout-out to Our Awesome Collaborators & Sponsors

Acara dengan tema Re-Earth Generation ini gak bakal se-epic itu tanpa support dari para sponsor dan kolaborator yang juga peduli banget sama bumi dan masa depan:

  • Marina Artwork
  • Squeeze
  • TABLETOP
  • JUARA
  • 75 Gallery (our homebase for 10 days of art + impact!)
  • NUTRIMAX
  • Cultural TV
  • What’s On Jakarta

Big thanks buat kalian semua yang udah bantu mewujudkan pameran ini jadi lebih dari sekadar event — tapi jadi pengalaman yang menginspirasi.

What’s the Real Impact?

Bukan soal rame-ramean doang. Tapi gimana pengunjung Re-Earth Generation pulang dengan perasaan baru. Ada yang jadi mikir soal jejak karbon, ada yang mulai recycle di rumah, ada juga yang nanya, “Kapan Komunitas SAMBAL bikin acara lagi?”

That’s the kind of legacy we aim for.

Stay Connected, Stay Inspired

Email: re-earthgeneration@komunitassambal.com atau chat ke Instagram Komunitas SAMBAL.

Karena kita percaya, ketika seni bicara, hati bergerak. And RE-EARTH GENERATION udah jadi bukti bahwa satu karya bisa jadi awal dari banyak perubahan.

Re-Earth Generation