
Ilusi Janji Manis
Waktunya menebar janji manis,
Sepertinya realistis ternyata bau amis.
Kata-kata manis, berkilauan seperti mutiara,
Tapi kenyataan menghadang, bagai ombak yang marah.
Janji Manis Tapi Palsu…
Janji palsu, seperti angin yang berhembus lembut,
Namun di baliknya tersembunyi niat yang busuk.
Bau amis kekecewaan, menguak tabir tipu daya,
Hatipun terluka, oleh rayuan palsu yang tiada tanda.

Tapi dari kesalahan kita belajar dan tumbuh,
Kita menjadi bijak, mengenali tipu muslihat yang kian terasa kasar.
Janji bisa pudar, bau amis pun melayang,
Kita berdiri tegar, menghadapi dunia yang tak selalu indah.
Meskipun janji mungkin berubah menjadi bau amis,
Kita tetap melangkah maju, dengan tekad yang tulus,
Membangun masa depan yang lebih baik dan cerah,
Tetap teguh dalam cinta dan harapan yang tak pernah pudar.


